KabarIndonesia - Saripan (53), warga Talang Jawa Kabupaten Lahat, saat ini sudah tidak bisa lagi melakukan pekerjaan sehari-harinya seperti menyadap karet, ia terbaring dalam kondisi kesehatan yang sangat memprihatinkan. Sejak 2005 lalu hingga 2008 ini, perutnya mulai membesar seperti orang yang mau melahirkan.
Penyakit aneh yang diderita selama kurung tiga tahun ini pernah dikonsultasikan ke pihak RSUD Kabupaten Lahat, namun karena keterbatasan biaya, sehingga keluarga ini harus membawa pulang Saripan untuk perawatan seadanya.
”Bagaimana mau berobat, untuk makan saja kami kesulitan mencari. Kasihan sekali, kami ini hidup serba kekurangan dan hanya bekerja sebagai penyadap getah karet. Itu pun Tumilah (istri) dan kedua anak saya, Mat Irwan (26) dan Suyitno (19) yang mencari nafkah buat kami,” tuturnya sedih.
Saripan menumpang di gubuk kecil milik H. Ripin di Talang Jawa, Kabupaten Lahat yang hanya bertempat selembar tikar purun. Ketika disinggung tentang penyaluran dana kompensasi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang disalurkan pemerintah untuk warga miskin, Saripan mengaku tak pernah mendapatkan dana bantuan Langsung Tunai (BLT) itu.
Dia mengaku pernah melaporkan ke pihak pengurus RT/RW setempat mengenai ihwal mereka. Semua data-data sudah diboyong untuk menunjukkan ke pihak RT/RW, namun pihak Rt/RW tidak mau menanggapinya.
"Kasihan rakyat kecil. Tolonglah kami, kiranya pemerintah daerah harus dapat memberikan pertolongan pengobatan secara gratis kepada orang yang kurang mampu. Kami ini tidak punya biaya sama sekali, makan saja susah, apalagi kartu Askin yang ada pada kami saat ini sudah tidak berlaku lagi,” urai Saripan sambil meneteskan air mata.
Penyaluran dana BLT yang menjadi hak rakyat miskin memang tidak sepenuhnya berjalan dengan apa yang diharapkan. Namun, pendataan terhadap rakyat miskin hendaknya lebih dimaksimalkan, agar rakyat miskin seperti keluarga Saripan dapat teratasi.
Pemda, dalam hal ini harus kerja lebih ekstra untuk mengawasi bawahannya seperti RT, RW, kecamatan, kelurahan dan lain-lain.
”Ini sudah ada pesan dari pak Bupati Harunta, jangan ada masyarakat miskin yang tidak bisa berobat gratis menggunakan Kartu Askin," ujar Camat Kota Lahat, A. Muchtar Effendi saat ditemui HOKI di ruang kerjanya (28/7).
Muchtar Effendi juga pernah menekankan kepada aparatnya melalui RT, RW maupun Lurah bila nanti ditemukan warga yang kurang mampu agar segera dilaporkan kepada pemerintah setempat.
"Mengenai keluarga Saripan yang tidak mendapatkan BLT, kami akan berikan bantuan melalui tingkat kecamatan,” jelas Camat Muchtar Effendi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar